Kamis, 25 Februari 2010

Australia Lirik Gambut Kalteng


KUALA KAPUAS, PPOST
Eks Proyek Lahan Gambut (PLG) yang berada di Kabupaten Kapuas kini mengundang mata dunia untuk memusat ke sana. Pasalnya, keberadaan lahan gambut sangat berpotensi untuk dijadikan komoditas hutan karbon bagi dunia. Atas alasan itulah, kini Indonesia menjalin kerjasama bilateral dengan Australia dalam sebuah forum Indonesia-Australia Forest Carbon Partnership (IAFCP).
Gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Kapuas sendiri menyambut baik kegiatan kerjasama tersebut yang nantinya dipusatkan di Kecamatan Mantangai dan Timpah dalam hal pemanfaatan lahan gambut. “Pastinya Pemkab mendukung kerjasama yang telah ditandatangi, oleh Presiden RI dan Perdana Menteri Australia tahun 2008 lalu. Apalagi nantinya akan ada sejumlah dana yang digelontorkan untuk kegiatan ini,” ucap Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan.
Sebelumnya, Koordinator IAFCP Indonesia Wilistra Dany memaparkan kegiatan yang dilakukan IAFCP di Kabupaten Kapuas. Menurut Dany lokasi kegiatan akan difokuskan di lahan seluas 120.000 Ha pada bagian eks PLG 1 Juta Ha. Sebagian areal di Blok A bagian utara dengan kondisi berupa hutan campuran dan hutan rawan gambut yang telah rusak serta area terbuka.
Kemudian areal lainnya di Blok E dengan kondisi hutan rawa gambut yang cukup utuh. Seluruh areal berada di Kabupaten Kapuas yang sebagian besar berada di Kecamatan Mantangai dan sebagian kecil di Kecamatan Timpah. “Yang pasti program IAFCP untuk mendukung pencapaian pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Indonesia secara signifikan dan efektif melalui deforestasi, mendorong reforestasi dan meningkatkan pengelolaan hutan secara lestari,” papar Dany.
Kata Dany, berdasarkan kesepakatan bersama antara Indonesia dan Australia dengan jangka waktu 2008-2012 sebesar AUD 40 juta dan kemungkinan tambahan sekitar AUD 30 juta yang sedang dalam proses.dok

0 komentar:

Posting Komentar