Tampilkan postingan dengan label Murung Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Murung Raya. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2011

Berbagai Lomba Meriahkan HUT Mura dan HUT RI

PURUK CAHU – Perayaan HUT Kabupaten Murung Raya ke-9 dan HUT Republik Indonesia ke-66 tahun 2011 akan dimeriahkan berbagai macam lomba. 
“Peringatan tahun ini akan diisi dengan berbagai lomba antara lain Kompetisi Volly Ball antar klub, dan juga lomba-lomba bersifat hiburan seperti panjat pinang, futsal pakai sarung, lari kelereng, tarik tambang, lari karung, lomba hymne dan mars Kabupaten  Mura, lomba memasak dan lomba kebersihan instansi serta rumah tangga dan kegiatan seperti; jalan santai, lomba festival band, pagelaran busana, dan lomba catur,” kata Ketua Panitia, Nyarutono Tundjan.

Rabu, 20 Juli 2011

Masyarakat Tunggu Ketegasan Pemerintah

Antrean BBM di Puruk Cahu
PURUK CAHU – Melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis premium (bensin) dan minyak tanah (mitan) di Kabupaten Murung Raya (Mura) masih terjadi dan berlarut larut. Tidak heran masyarakat sudah berteriak meminta adanya upaya atau langkah konkret pemerintah yang menjadi satu satunya tempat mengadu untuk mencari jalan keluar.

Kamis, 07 Juli 2011

Pemkab Mura Kembali Umrahkan Warganya

PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Murung Raya, tahun 2011 kembali memberangkatkan empat warga masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci Mekkah Almukarramah.
“Program yang dilaksanakan setiap tahun ini sebagai bentuk penghargaan kepada warga masyarakat yang telah berjasa bagi pelayanan kemasyarakatan maupun pembangunan,” kata Wakil Bupati Murung Raya, Nuryakin di Puruk Cahu, Selasa (5/7).

Rabu, 06 Juli 2011

Optimis Mura Lebih Maju

PURUK CAHU – Bupati Murung Raya, Willy M Yoseph menyatakan optimis jika Kabupaten Mura pada masa mendatang akan menjadi salah satu kabupaten pemekaran yang lebih maju pembangunannya di semua bidang, melalui program-program pembangunan andalan yang telah dicanangkan.
“Oleh karena itu, pemerintah kabupaten harus tanggap apa yang sebenarnya perlu dikembangkan guna kemajuan daerahnya,” katanya.

Anggaran Terbatas, Tak Semua Usulan Terealisasi

PURUK CAHU – Bupati Murung Raya, Willy M. Yoseph, mengingatkan agar seluruh masyarakat yang mengajukan usulan pembangunan tidak kecewa, sebab tidak semua usulan dapat direalisasikan, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah kabupaten setempat.

Senin, 04 Juli 2011

Realisasi Triwulan II Tak Capai Target

PURUK CAHU – Realisasi anggaran baik fisik maupun keuangan pada triwulan II masih tidak sesuai harapan. Pasalnya dari laporan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya tidak ada satu pun instansi yang mampu mencapai target 50 persen.

Kamis, 30 Juni 2011

BLH Lakukan Uji Sampel Air Diduga Tercemar

PURUK CAHU – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Murung Raya, melakukan pengecekan lapangan terkait pengaduan masyarakat terhadap limbah tambang batu bara yang diduga mencemari Sungai Tuhup, yang melintasi empat desa di wilayah Kecamatan Barito Tuhup Raya.

Senin, 14 Februari 2011

Wakil Bupati Temukan Fasilitas Umum Tak Dimanfaatkan

PURUK CAHU – Fasilitas umum desa dan kecamatan seperti pasar dan sarana kesehatan di Kabupaten Murung Raya, yang dibangun pemerintah setempat tidak dimanfaatkan masyarakat.
"Saya, saat kunjungan ke sejumlah desa, sering menemukan sejumlah fasilitas umum tidak dimanfaatkan sehingga terkesan mubazir," kata Wakil Bupati Murung Raya Nuryakin di Puruk Cahu, Minggu (13/2).

Minggu, 06 Februari 2011

IMK-Straits Akui Kurangi Karyawan


PALANGKA RAYA – Santernya tudingan berbagai kalangan terkait pengurangan karyawan yang tidak sesuai prosedur di PT Indo Muro Kecana (IMK) Straits Resources, mendapat tanggapan dari perusahaan pertambangan emas di Kabupaten Murung Raya tersebut.

Pemkab Perbaiki 33 Titik Jalan Rusak


PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Murung Raya, memperbaiki 33 titik jalan di Puruk Cahu dan sekitarnya yang mengalami kerusakan cukup parah.
"Sejumlah titik jalan di dalam kota Puruk Cahu yang rusak sedang kami perbaiki agar tidak mengganggu arus transportasi," kata Wakil Bupati Murung Raya H Nuryakin, di Puruk Cahu, Jumat (4/2).

Tingkatkan Pengawasan Terhadap Anak


Drs H Nuryakin, M.Si
PURUK CAHU - Wakil Bupati Kabupaten Murung Raya (Mura), Nuryakin mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan dalam mengatasi kenakalan remaja untuk meningkatkan pengawasan dan penyuluhan.
"Saya prihatin dengan kenakalan remaja saat ini, sehingga perlu peranan semua pihak terutama orang tua untuk mengawasi pergaulan anaknya," kata Nuryakin di Puruk Cahu, Jumat.

Jumat, 04 Februari 2011

Jalan Puruk Cahu – Muara Teweh Rusak Berat

PURUK CAHU – Warga di Kabupaten Murung Raya, mengeluhkan ruas jalan negara menuju Muara Teweh , Kabupaten Barito Utara atau akses keluar daerah dan sebaliknya mengalami kerusakan.
"Transportasi darat nyaris lumpuh, karena kondisi jalan rusak berat terutama saat hujan turun," kata seorang warga Puruk Cahu, Fauzi, Rabu (2/2).

Jumat, 28 Januari 2011

UMK dan UMSK Mura di Atas Kalteng

PURUK CAHU - Kabar bagus buat masyarakat pekerja di Murung Raya. Pemerintah setempat telah menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) dan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK). Kenaikan terjadi di sana sini. UMK dan UMSK Mura lebih tinggi dibanding Kalteng.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Kadisosnakertrans) H Suharto, kemarin, mengatakan penetapan UMK dan UMSK Kabupaten Mura berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Nomor 01/2001 yang dikeluarkan 10 Januari 2011.
Sebelum keluar Pergub, terlebih dahulu dilakukan rapat penetapan dewan pengupahan Kabupaten Mura yang melibatkan Ketua Apindo, Dinsosnakertrans, SPSI dan pengusaha di daerah ini.
Dijelaskan dia, untuk UMK Mura ditetapkan sebesar Rp 1.212.208 perbulan. UMK ini masih lebih tinggi Rp 167.201 dari Upah Minimum Provinsi 2011 yang hanya Rp 1.045.007 perbulan.
Sedangkan UMSK, lanjut Suharto, yang terdiri dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, perkebunan, dan hutan tanaman industri (HTI), perburuhan
serta penebangan kayu (logging) sebesar Rp 1.321.307 yang mengalami kenaikan dari tahun 2010 lalu masing-masing sebesar Rp 182.249 dari nilai sebelumnya Rp 1.139.058.
Kemudian sektor industri pengolahan ditetapkan sebesar Rp 1.297.064 perbulan dengan kenaikan sebesar Rp 178.905 dari nilai yang ditetapkan sebelumnya hanya Rp 1.118.159. Untuk sektor bangunan sebesar Rp 1.369.421 perbulan dengan kenaikan Rp 188.886 dari tahun 2010 yang hanya Rp 1.180.535. Kemudian sektor pertambangan dan penggalian juga ditetapkan sebesar Rp 1.333.430 perbulan dengan kenaikan sebesar Rp 183.921 dari 2010 lalu hanya Rp 1.149.509.
Masih lanjut Suharto, untuk sektor jasa, listrik, gas dan air ditetapkan masing-masing senilai Rp 1.284.941 dari Rp 1.107.708 dengan kenaikan sebesar Rp 177.233.
Dikatakannya, perusahaan yang telah memberi upah lebih tinggi dari UMK dan UMSK yang ditetapkan dalam peraturan ini dilarang menurunkan besaran upah tersebut sebagaimana ketentuan dalam pasal 17 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-01/Men/1999 Tentang Upah Minimum.
”Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 1 (satu) tahun upahnya lebih rendah dari UMK/UMSK, maka pengusaha diwajibkan menyesuaikan upah pekerja sesuai dengan upah minimum yang berlaku,” katanya.
Ditegaskannya, bagi pekerja dengan masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih, tetapi upahnya sama atau lebih tinggi dari UMK/UMSK yang berlaku, maka peningkatan upah pekerja tersebut sebaiknya dirundingkan secara bipartit antara pengusaha dengan pekerja atau melalui serikat pekerja yang ada di perusahan yang bersangkutan.
Penetapan Peraturan Gubernur Kalteng Tentang UMK dan UMSK Kabupaten Mura ini adalah sebagai upaya meningkatkan penghasilan pekerja yang merupakan bagian dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan peran serta pekerja dalam proses produksi melalui penetapan upah minimum.
”Bahwa kondisi perekonomian saat ini memungkinkan penetapan upah yang lebih realistis sesuai dengan kondisi daerah yang mengacu kepada kebutuhan hidup layak,” pungkasnya.pey

Jumat, 19 Maret 2010

Mura Bangun Masjid Senilai Rp65 Miliar


PURUK CAHU, PPOST
Kabupaten Murung Raya (Mura) membangun masjid senilai Rp65 miliar yang ditargetkan selesai 2012 mendatang. "Kita harapkan pembangunan masjid megah ini selesai sesuai rencana," kata Wakil Bupati Murung Raya, Drs. H. Nuryakin, M.Si di Puruk Cahu, Kamis.
Menurut Nuryakin, rumah ibadah yang diberi nama Masjid Agung terletak di Jalan Sudirman Puruk Cahu berlantai dua dengan tinggi menara 99 meter ini mampu menampung jamaah sebanyak 7.800 orang.
Masjid yang sudah dibangun sejak 2008 lalu itu, kata dia, juga dilengkapi lift berkapasitas 11 orang dengan model bangunan bergaya Eropa dan Asia di lahan seluas 77 meter x 77 meter.
"Kalau masjid ini selesai nantinya akan menjadi kebanggaan daerah ini karena menjadi masjid termegah di Kalteng," kata Nuryakin yang juga ketua panitia pembangunan masjid tersebut.
Ia mengatakan untuk mendukung pembangunan itu pihaknya segera membangun akses jalan menuju masjid guna memudahkan pekerjaan termasuk penyediaan lampu dan air bersih.
Selain membangun masjid pihaknya juga membangun pusat kegiatan Islami (Islamic Center) dengan alokasi dana sebesar Rp25 miliar.
Islamic Center ini, katanya, rencananya menjadi tempat pendidikan dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi yang ditargetkan selesai 2015 nanti.
Bangunan masjid dan Islamic Center ini dibangun dari dana bantuan pemerintah Kabupaten Murung Raya mencapai Rp90 miliar.
"Pusat syiar Islam ini akan menjadi ikon daerah yang keberadaannya menjadi daya tarik masyarakat," katanya.
Kabupaten Murung Raya yang berada daerah paling pedalaman Sungai Barito ini kaya akan sumber daya alam berupa tambang emas, batu bara dan kayu merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Barito Utara. ant

Kamis, 18 Maret 2010

Warga Desa Antusias Sambut Gerbangdesamu

PURUK CAHU, PPOST
Program Gerakan Membangun Desa Manggatang Utus (Gerbangdesamu) yang dicanangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya (Mura) mendapat sambutan antusias warga di seluruh desa. Hal ini terbukti dari laporan yang disampaikan sejumlah SKPD yang menyatakan bahwa kegiatan yang mereka laksanakan di berbagai desa mendapat sambutan hangat masyarakat, bahkan warga sangat semangat untuk melakukan gotong royong bersama tim Gerbangdesamu yang diterjukan.
Seperti halnya di Desa Tumbang Bana, Batu Tojah, Tumbang Bauh dan Dirung Sararung Kecamatan Barito Tuhup Raya yang merupakan desa binaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mura. Dimana warga desa setempat sangat antusias menyambut kedatangan tim Gerbangdesamu yang terdiri dari anggota Satpol PP yang dikomandoi langsung Kasatpol PP Abdul Hadi S.Sos.
“Dari perangkat desa hingga warganya sangat antusias dan selalu bersemangat apabila diajak bergotong royong bersama membangun dan membenahi segala macam infrastruktur desa. Kami sangat terbantu dengan dukungan masyarakat seperti ini” kata Kasatpol PP kepada PPost di Puruk Cahu, Rabu.
Dikatakannya, khusus untuk desa binaan Satpol PP, pihaknya memprioritaskan program kerja dan pembangunan fasilitas-fasilitas umum, termasuk juga melakukan kegiatan dari aspirasi masyarakat setempat. “Sebagai tugas awal kami juga telah melakukan pembenahan administrasi desa, baik jumlah penduduk, administrasi kantor desa hingga profil desa masing-masing” katanya.
Selain itu, lanjut Abdul Hadi, termasuk juga pembinaan sosial kemasyarakatan telah dilaksanakan di desa kepada seluruh warga yang dilakukan secara berkelanjutan setiap akhir pekannya.
Dirinya mengakui bahwa banyak tugas dan tantangan yang akan dihadapi untuk membangun sebuah desa agar lebih maju dan sejahtera. Dan dirinya bersama anggota juga harus rela berjibaku dengan alam untuk hidup bersama masyarakat desa sekaligus bergotong royong.
Abdul Hadi bersyukur masyarakat di desa juga cukup antusias mendukung seluruh kegiatan pihaknya dalam rangka mensukseskan Gerbangdesamu, termasuk juga dukungan dari perangkat desa hingga unsur Tripika Kecamatan Batura.
Antusiasme yang sama juga ditunujkan warga desa lainnya. Menurut Tim Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Setda Mura yang diterjunkan ke Desa Cinta Budiman, warga setempat tampak bersemangat ikut bersama-sama menjalankan program yang dipelopori oleh tim Gerbangdesamu.
Kedatangan tim Gerbangdesamu Bagian Humas Setda Mura yang dikomandoi Kabag Humas Drs. Bimo Santoso langsung melakukan action di desa itu, seperti mendata jumlah penduduk, dan membangun Mandi Cuci Kakus (MCK) di tiga lokasi yaitu RT I, RT II dan di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Makunjung II yang berada di desa Cinta Budiman.
Menurut Ketua Tim Gerbangdesamu Drs. Bimo Santoso, tim sengaja memprioritaskan pembuatan MCK atau WC umum bagi masyarakat, sebab kenyataan di lapangan hampir semua masyarakat Cinta Budiman masih buang air besar menggunakan jamban di bantaran Sungai Barito.
“Kami juga mendengar usulan dari masyarakat setempat, pada intinya masyarakat meminta agar MCK lebih di utamakan, kami sangat berterima kasih pada saat pembuatan WC di RT I, seluruh masyarakat saling bahu membahu dengan tim untuk mengerjakannya,” kata Bimo.
Mantan Kabag Umum Setda Mura ini menambahkan, banyak hal yang perlu dibenahi di Desa Cinta Budiman, pasalnya desa itu baru di mekarkan, selain itu pula jumlah penduduk yang ada di desa itu relatif masih sedikit, hanya berjumlah 65 KK dan 40 rumah.
“Perlahan – lahan tim juga akan membantu masyarakat membangun desa Cinta Budiman dari berbagai aspek, karena sesuai dengan tujuannya Gerbangdesamu ini yang dicanangkan oleh Bapak Bupati yaitu dalam rangka mewujudkan Mura Sehat dan Mura Cerdas 2013, jika melihat dari antusias dan kemauan masyarakat setempat, kita yakin program ini dapat berjalan sukses,” timpal pria berbadan gemuk ini.
Sekarang ini lanjut Kabag Humas yang masih memprihatinkan di Desa Cinta Budiman yaitu masih belum tersedianya sarana kesehatan seperti Pustu (Puskesmas Pembantu) atau Posyandu.
“Sehingga apabila ada yang sakit masyarakat setempat terkadang lambat tertangani oleh tim medis karena harus membawa ke daerah lain, misalnya di Makunjung ibu kota kecamatan,” ujarnya.
Jadi tidak heran kata dia, masyarakat Desa Cinta Budiman masih menggunakan cara yang masih tradisional untuk berobat, misalnya balian yang menurut kepercayaan masyarakat di sana bisa menyembuhkan warganya yang sedang sakit. yos

Jumat, 05 Maret 2010

PLTU Diharapkan Realisasi 2011

PURUK CAHU, PPOST
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura), mengkaji rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kapasitas 25 Mega Watt untuk memenuhi kebutuhan listrik mandiri di wilayah itu.
"Tahun ini kami telah menyiapkan dana Rp10 miliar untuk kegiatan perencanaan dan desain awal PLTU, sehingga diharapkan 2011 sudah mulai dibangun," kata Bupati Mura Willy M Yoseph, di Murung Raya, belum lama ini.
Willy mengatakan, secara umum kebutuhan listrik di ibu kota Puruk Cahu saat ini masih relatif seimbang dengan daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sekitar 3 MW.
Namun saat salah satu mesin diesel mengalami perbaikan, maka sebagian wilayah akan mengalami pemadaman bergilir akibat defisit daya listrik.
Selain itu, operasional PLTD juga terkendala mahalnya harga bahan bakar mengingat di kabupaten pedalaman itu belum ada SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) sehingga harga BBM sangat mahal.
"Dengan PLTU kami harap tidak ada lagi pemadaman listrik, dan operasional juga lebih murah karena menggunakan bahan bakar batu bara yang merupakan produksi tambang yang paling besar di Mura," katanya.
Rencananya, pasokan batu bara untuk PLTU itu akan dipasok dari perusahaan tambang PT Asmin Barajan yang lokasinya berdekatan dengan lokasi PLTU yakni di sekitar wilayah Bahitom.
Sementara itu, Wakil Bupati Mura Nuryakin sebelumnya mengatakan, rencanannya PLTU itu dibangun di pinggiran Sungai Barito, di Desa Muara Untu, Kecamatan Murung, sesuai hasil studi kelayakan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2006/2007.
Keinginan membangun PLTU itu, kata dia, sudah dilakukan Pemkab setempat dengan melakukan presentasi di hadapan sejumlah investor dan pejabat di lingkungan Departemen Energi Sumber Daya Mineral, di Jakarta, belum lama ini.
"Kami berharap rencana itu akan mendapat respons dari para investor yang menanamkan investasinya di daerah ini," katanya.
Menurut Nuryakin, langkah pembangunan PLTU ini sebagai upaya menyiapkan pasokan energi listrik sehingga dapat dimanfaatkan selain untuk daerah juga para investor tersebut.
"Jadi potensi tambang batu bara di daerah ini cukup memasok kebutuhan bahan bakar PLTU tersebut," katanya.yos

Senin, 01 Maret 2010

Rencana Penambahan KUA Masih Tunggu Pusat

PURUK CAHU, PPOST
Rencana Kantor Kementerian Agama (Kamenag) Kabupaten Murung Raya (Mura) untuk menambah Kantor Urusan Agama (KUA) di sejumlah kecamatan yang belum memiliki KUA, masih menunggu persetujuan termasuk realisasi anggaran oleh Departemen Agama.
“Saat ini masih dalam proses dan mudah mudahan rencana pembangunan KUA segera terealisasi. Sekarang tinggal menunggu persetujuan dan rekomendasi Kamenag Pusat mengingat pembangunan KUA tidak hanya mempersiapkan bangunan fisik saja, namun juga pegawai dan sarana lainnya,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Mura H. Masrani, S.Pd kepada PPost belum lama ini di Puruk Cahu.
Ia juga mengatakan bahwa sejak beberapa waktu lalu proposal pendirian KUA baru di sejumlah kecamatan ini sudah diajukan ke pusat yang juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten.
Dikatakan pihaknya akan memperluas pelayanan keagamaan bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan, dimana direncanakan pada tahun 2010 ini Kamenag Kabupaten Mura akan membangun Kantor Urusan Agama (KUA) di lima kecamatan pemekaran.
Lima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Tanah Siang Selatan, Uut Murung, Seribu Riam, Sungai Babuat dan Kecamaran Barito Tuhup Raya yang pada tahun 2007 lalu telah dimekarkan menjadi kecamatan oleh Perintah Mura.
Masrani menambahkan, di lima Kecamatan tersebut sampai saat ini masih belum memiliki KUA, masyarakat dari masing-masing kecamatan pemekaran bila memerlukan pelayanan KUA harus berurusan dengan KUA pada Kecamatan Induk.
Dikatakan untuk kelancaran rencana pembangunan kantor KUA perlu adanya rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Mura. Karena rekomendasi itu katanya akan menjadi pertimbangan Pemerintah Pusat melalui Departemen Agama RI .
“Insya Allah bila semuanya berjalan lancar dan tidak ada halangan, pada awal tahun 2010 ini pembangunan KUA di lima kecamatan pemekaran sudah dimulai pembangunannya,” ujar Masrani.
Saat ini lanjut Kakandepag Kabupaten Mura, Kantor KUA hanya ada lima yang tersebar di lima Kecamatan induk seperti Kecamatan Murung, Laung Tuhup, Tanah Siang, Permata Intan dan Kecamatan Sumber Barito.
“Ketersediaan KUA dianggap sangat perlu khususnya di Ibu Kota Kecamatan karena masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dibidang agama. Pelayanan agama juga dianggap sangat penting dan sangat diperlukan oleh masyarakat saat ini,” timpalnya sembari mengatakan, minimal harus tersedia satu KUA tiap kecamatan untuk melayani kepentingan masyarakat di bidang keagamaan. yos

PKK Seperti Mata dan Telinga Pemerintah

PURUK CAHU, PPOST
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Murung Raya, Netty Susanto Willy M Yoseph, mengatakan, PKK seperti mata Pemerintah yang dapat melihat langsung keadaan masyarakat dari tingkat keluarga kecil yang kemudian disampaikan kepada jajaran pemerintahan untuk bahan evaluasi.
Peran penting tersebut, menurut Netty, bisa terjadi mengingat PKK merupakan mitra pemerintah yang selalu berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga banyak mengetahui tentang keadaan dan kondisi masyarakat.
“PKK seperti mata dan telinga Pemerintah, karena setiap menjalankan program programnya selalu bersentuhan langsung dengan para warga masyarakat sehingga mampu melihat dan memahami kondisinya. Oleh sebab itu peran PKK sebagai mitra pembangunan sangat penting dipahami oleh seluruh anggota PKK tidak hanya di Kabupaten namun juga di seluruh kecamatan hingga desa,” ungkap Netty, pada kegiatan bimbingan dan pelatihan anggota TP-PKK Kecamatan Murung belum lama ini.
Dikatakan Netty yang juga didampingi Wakil Ketua TP-PKK Hj. Anita Nuryakin, seluruh anggota PKK dituntut berbuat dan melakukan aktifitas yang lebih baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi PKK di masyarakat. Karena peran PKK sangat penting membantu Pemerintah untuk melaksanakan seluruh programnya disamping PKK sendiri mensukseskan kegiatan yang diprogramkan dari tahun ke tahun.
Anggota PKK khususnya di kecamatan, lanjut Netty, merupakan ujung tombak kesuksesan program PKK Kabupaten, oleh sebab itu seluruh anggota PKK Kecamatan diminta lebih aktif dan maksimal menjalankan tugas termasuk membantu masyarakat khususnya keluarga. Karena itu dirinya tidak ingin mendengar ada anggota PKK yang kurang maksimal melaksanakan tugas bahkan jarang hadir apabila ada bimbingan seperti yang dilaksanakan.
“Anggota PKK harus mengerti tugas dan fungsinya, jangan hanya memiliki status anggota PKK namun tidak mengerti tentang peran PKK itu sendiri. Termasuk juga apabila ada anggota PKK yang kurang suka menjadi anggota PKK tentunya segera membuat surat permohonan untuk mengundurkan diri, jangan hanya diam namun tidak aktif sebagai anggota PKK,” katanya.
Dirinya menginginkan seluruh anggota PKK merupakan orang-orang yang memiliki etos kerja yang tinggi dan memiliki niat yang tulus untuk mengabdi kepada masyarakat, karena tugas PKK merupakan tugas sosial yang murni membantu masyarakat di segala bidang, baik pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya.
Ketua PKK juga meminta kepada anggota PKK Kecamatan untuk segera melakukan konsultasi dan koordinasi apabila ada hal yang kurang dipahami, dan PKK Kabupaten akan siap memberikan bimbingan dan arahan untuk kebaikan PKK ke depan. Termasuk juga diperlukan segala sumbang saran dan masukan yang bermanfaat bagi eksistensi PKK di Kabupaten Mura.
Disamping itu, dirinya juga mengingatkan kepada seluruh anggota PKK di Kecamatan untuk lebih memperhatikan masalah administrasi dan pembukuan, karena sangat penting untuk bahan laporan PKK sebagai pertanggung jawaban kegiatan kepada Pemerintah.
“Hal ini sangat penting untuk dilaksanakan dan jangan diabaikan karena arsip administrasi dan pembukuan nantinya sebagai bahan pertanggung jawaban PKK kepada pemerintah,” tegasnya. yos

Kamis, 25 Februari 2010

Bupati: Pertanian Harus Dikelola Serius


PURUK CAHU, PPOST
Hingga saat ini sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Murung Raya (Mura). Untuk itu Bupati Ir. Willy M. Yoseph, MM, meminta agar pengelolaan dan pembangunan di sektor ini bisa mendapat perhatian serius dari instansi terkait.
“Sektor pertanian ini harus menjadi perhatian serius mengingat hingga saat ini masih menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Mura. Karena itu, harus ditangani secara bijak dan seksama agar memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat. Terlebih lagi letak geografis Kabupaten Mura berada di tengah pulau Kalimantan, dengan terbatasnya sarana dan prasarana transportasi dan tingginya biaya transportasi,” ujar Willy di Puruk Cahu belum lama ini.
Lebih lanjut menurut Willy, di sektor ini kedepan di Kabupaten Mura juga banyak hal yang dapat dikembangkan lebih serius lagi, misalnya, komoditi perkebunan karet, kelapa, kelapa sawit, kopi, lada, cokelat dan berbagai komoditi perkebunan lainnya yang dianggap layak untuk dikembangkan dengan sifat produknya memungkinkan untuk dipasarkan ke daerah lain yang jauh dari Kabupaten Mura.
Diungkapnnya, dari berbagai komoditi itu, tanaman karet telah dikembangkan secara luas oleh masyarakat dengan didukung oleh pemerintah daerah baik melalui APBD maupun APBN.
“Hal ini tentu akan terus berkembang seiring dengan adanya penertiban dalam hal eksploitasi hasil hutan dan tambang. Selain itu, animo masyarakat terhadap komoditi karet sangat tinggi, apalagi tanaman karet tidak menuntut persyaratan hidup dan penanganan yang rumit, sehingga mudah untuk dibudidayakan oleh para petani,” ujarnya.
Kedepan bupati mengharapkan, selain karet yang perlu dikembangkan yaitu, komoditi kelapa, kelapa sawit, kopi, lada, coklat melalui perkebunan rakyat ataupun melalui perkebunan besar swasta (PBS). “Komoditi ini sangat penting ditingkatkan, mengingat keragaman hayati akan meningkat daya dukung lingkungan seperti menekan kerugian yang besar akibat serangan hama, dan gejolak harga,” kata dia.
Lebih jauh ia menginstruksikan, kepada instansi yang menangani perkebunan agar lebih aktif lagi meningkatkan kualitas sumber daya aparat dan petani, pengembangan sarana dan prasarana seperti unit-unit produksi benih dan bibit. Serta unit pelayanan kepada para petani sehingga program atau kegiatan dan aktivitas petani dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Tak hanya itu saja, pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara instansi yang berkaitan dengan sub sektor perkebunan, pertanian, peternakan serta sektor pendukung lainnya. Karena dengan keterbatasan kemampuan pendanaan dan pendampingan dari pemerintah, maka tentu saja pelayanan pembangunan tidak dapat menyentuh seluruh petani sekaligus. Namun pemerintah daerah akan terus berupaya secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek dalam rangka mendukung program perkebunan di daerah Mura,” pungkasnya.yos

Rabu, 24 Februari 2010

Pemilu Kada Jangan Timbulkan Konflik


PURUK CAHU, PPOST
Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak lama lagi akan dilaksanakan, dimana seluruh masyarakat diberikan hak penuh untuk memilih siapa pemimpinnya. Namun pesta demokrasi seperti itu jangan sampai dirusak dengan adanya konflik yang merugikan semua pihak, apalagi sampai mengarah ke tindak anarkis bahkan bentrokan.
“Perbedaan pendapat dan pendirian memang wajar terjadi pada saat pesta demokrasi saat ini, khususnya nanti pada Pemilu Kada di Kalteng khususnya di Kabupaten Murung Raya, namun jangan sampai perbedaan pendapat menjadi alasan untuk membuat perpecahan sehingga membuat daerah kita tidak lagi aman,” kata Bupati Mura Ir. Willy M. Yoseph MM belum lama ini di Puruk Cahu.
Oleh sebab itu, kata Willy, dirinya selaku Bupati Mura sangat mengharapkan kepada para tokoh baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk selalu mengawasi segala tahapan Pemilu Kada yang akan dilaksanakan pada Juni tahun 2010 ini.
Seluruh tokoh diminta untuk setanggap mungkin menyikapi segala macam bentuk isu yang muncul yang dapat memecah belah masyarakat. Nantinya dikatakan mungkin ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan isu-isu baik berupa isu kesukuan bahkan SARA, namun peran tokoh dalam hal ini untuk segera memberikan pencerahan dan penjelasan kepada masyarakat agar tidak menjadi sesuatu hal yang dapat mengadu domba dan menimbulkan permusuhan.
Oleh sebab itu peran para tokoh dalam hal ini sangat diminta untuk bisa memberikan segala upaya kepada segenap komponen masyarakat untuk tetap menjaga situasi di Mura agar tetap kondusif. Jangan sampai nanti di Kabupaten Mura ada perselisihan yang mengakibatkan aksi-aksi anarkis ataupun kerusuhan yang akan merusak pesta demokrasi itu sendiri sehingga dapat merugikan diri sendiri.
Selain itu, bupati juga meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan Pemilu Kada sebagai sarana untuk berdemokrasi dan memberikan pilihan terbaiknya untuk kemajuan pembangunan di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dikatakannya juga bahwa peran masyarakat juga sangat diharapkan dalam menjaga keamanan dan seluruh proses Pemilu agar berjalan sesuai aturan dan sukses. Termasuk diminta agar menghindari konflik yang mungkin akan terjadi nantinya akibat perbedaan pendapat dan pendirian yang memang wajar terjadi, namun hendaknya disikapi dengan bijaksana sehingga tidak terbawa dalam konflik tersebut.
“Gunakan hak suara kita nanti sesuai hati nurani, dan mari bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Pemiliu Kada nanti bersama-sama Pemerintah dan instansi terkait lainnya. Masyarakat jangan terpengaruh isu-isu yang mungkin nanti akan berkembang di masyarakat, tanggapi segala isu tersebut dengan bijaksana, jangan terpancing isu yang dapat memecah kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin begitu harmonis di Kabupaten Mura selama ini,” harap Willy. yos