Tampilkan postingan dengan label Katingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katingan. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2011

Hari ini, Bupati Lantik Pejabat Eselon

KASONGAN – Hari ini, Senin (25/7), Bupati Katingan, Duwel Rawing, akan melantik puluhan pejabat eselon II, III dan IV di pemerintahannya. Kepastian pelantikan pejabat eselon ini mulai tercium media sejak Kamis lalu.

Rabu, 20 Juli 2011

Harga Rotan Asalan Kembali Turun

KASONGAN – Harga jual rotan mentah atau asalan di tingkat petani dalam sepekan terakhir mengalami penurunan. Petani sebelumnya sempat menjual dengan harga Rp2.100 per kilogram, kini petani hanya bisa menjual dengan harga Rp1.700 per kg.
Atas kondisi ini sejumlah petani rotan di wilayah Kabupaten Katingan meminta jaminan harga kepada pemerintah setempat, untuk dapat campur tangan untuk menstabilkan harga rotan di tingkat petani ini.

Senin, 04 Juli 2011

Panitia Pra PON Softball Defisit Rp284 Juta

KASONGAN – Kegiatan pembukaan kualifikasi Pra PON Softball Putri yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang dan dihadiri oleh para petinggi organisasi cabang olah raga ini baik pusat dan daerah, berlangsung sukses.
Kegiatan pertandingan diperkirakan akan berakhir hingga  9 Juli, mendatang. Dibalik kesuksesan itu, panitia penyelenggara ternyata masih kekurangan dana cukup besar yakni sekitar Rp284 juta lebih.

Minggu, 03 Juli 2011

Kontribusi PBS Masih ‘Pepesan’ Kosong

KASONGAN – Kontribusi nyata Perusahaan Besar Swasta (PBS) perkebunan sawit yang ada di Kabupaten Katingan sampai saat ini dinilai jauh dari kenyataan dan masih sekadar pepesan kosong untuk melibatkan masyarakat dalam program kebun plasma.

Delapan Bupati Akan Observasi di Katingan

KASONGAN – Delapan bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota di Indonesia akan melakukan kunjungan observasi selama tiga hari di Kabupaten Katingan. Kedatangan mereka dalam rombongan peserta Lemhanas yang mulai menjalani observasi mulai tanggal 4 – 6 Juli, mendatang.
Rencana kunjungan delapan bupati ini, disampaikan langsung oleh Kabag Administrasi Kemasyarakatan, Setda Katingan, Doddy, kepada PPost, Jumat (1/7) di Kasongan.

Camat Katingan Hilir Janji Selesaikan

KASONGAN – Camat Katingan Hilir, Rubadi berjanji akan memfasilitasi sengketa lahan yang diklaim oleh 33 warga masyarakat di atas lahan seluas kurang lebih 430,66 hektar. Rapat antara pihak-pihak yang bersengketa akan digelar pekan depan.

Jumat, 01 Juli 2011

Mutasi Pejabat Eselon Masih Kabur

KASONGAN – Kabar kepastian mutasi pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Katingan kian tak jelas. Walau sebelumnya Bupati Katingan, Drs Duwel Rawing, telah memastikan akan ada pergeseran pejabat eselon.
Informasi yang diterima PPost, sejumlah pejabat yang kabarnya akan dimutasi mulai resah dan khawatir akan kepastian mutasi ini. Sebagian dari mereka bahkan mengaku kalau kinerja ditempat tugasnya mulai kendor.

Empat Kecamatan Belum Tembus Jalan Darat

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan terus berupaya untuk membangun sarana infrastruktur jalan darat, dari dua kecamatan yang hanya bisa dilalui saat awal pemekaran, kini tinggal empat kecamatan yang masih belum bisa ditembus jalan darat dari ibu kota kabupaten.

Rabu, 16 Februari 2011

Persiapan Sarana STQ Capai 80 Persen

KASONGAN – Bupati Katingan Duwel Rawing mengatakan, persiapan  sarana dan prasarana fisik pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XVIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang kini dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Katingan, telah mencapai 80 persen.

Minggu, 06 Februari 2011

Luas Lahan Kritis di Katingan Capai 24 Ribu Hektar

KASONGAN – Hasil inventarisasi tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan sejak tahun 2007 mendapatkan sedikitnya 24.000 hektar (ha) lahan di Kabupaten Katingan, kritis. Hal ini disampaikan Bupati Katingan Drs Duwel Rawing, baru-baru ini.
Lahan kritis ini, kata dia, diakibatkan  eksploitasi baik pertambangan tradisional oleh masyarakat dan perusahaan. ”Lahan-lahan kritis ini lebih banyak terjadi pada eks lokasi tambang emas baik di daratan maupun di pinggir sungai,” jelasnya.

Kamis, 20 Januari 2011

Jalur Kerukan Anjir Hantipan Kembali Kandas


Baru Dikeruk Telan Miliaran Rupiah

KASONGAN - Jalur kerukan Anjir Hantipan yang merupakan jalan pintas menghubungkan Sungai Katingan dengan Sungai Mentawai di Kotawaringi Timur, kini kembali kandas.
Perahu jenis kelotok maupun ces yang sebelumnya bisa melintasi jalur ini, kini sulit dilalui, karena di sejumlah titik permukaan air mengalami pendakalan.
Padahal di jalur ini telah dilakukan pengerukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Katingan di Tahun Anggaran 2010 lalu dengan menelan dana miliaran rupiah. Sejumlah ini, informasinya telah dihabiskan untuk pengerukan yang semula dilakukan untuk mengatasi terjadinya pendangkalan bila menghadapi musim kemarau.
Warga Mendawai yang enggan menyebutkan identitasnya, menginformasikan kondisi terakhir Jalur Anjir Hantipan ini, kepada PPost, kalau saat ini perahu jenis kelotok maupun ces sulit melintas, para penumpang terpaksa harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer.
“Sudah seminggu ini jalur Hantipan kandas mas, waduh kita harus bejalan kaki 3 kilometeran, tadinya padahal sudah dikeruk, tapi kok masih kandas,” kata warga Mendawai ini sambil meminta untuk tak disebutkan namanya.
Anggota DPRD Katingan, Riming, anggota dewan Dapil II Katingan dari Fraksi PDI-Perjuangan, mengakui kalau ada terjadi kembali pendangkalan di jalur Anjir Hantipan ini.
Dirinya mengaku menyayangkan, padahal dana yang sebelumnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk mengeruk jalur ini tidak sedikit.
“Kita tidak tahu persis soal teknis, dimana kekurangannya saat dilakukan pengerukan ini, kemungkinan tanah di kiri kanan jalur yang dikeruk kembali runtuh di jalur kerukan sehingga jalur alami pendangkalan,” kata politisi muda PDI-Perjuangan ini.
Solusi untuk mengatasi kondisi ini ia menyarankan dilakukan penyiringan agar tanah tak kembali runtuh.
“Kalau tak di siring, kita bisa jamin tanah akan terus runtuh, artinya walau kita keruk dalam-dalam akan runtuh dan kembali dangkal,” katanya.
Sekadar informasi, jalur anjir Hantipan ini sangat penting untuk warga Katingan terutama yang berada di Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala yang telah banyak digunakan tak hanya sebatas jalan pintas.
Hasil pertanian masyarakat bila ingin dijual ke luar daerah menggunakan jalur ini, lebih lagi masyarakat yang ingin berurusan ke Ibukota Kasongan, lebih memilih jalur ini ketimbang jalur sungai Katingan, karen lebih cepat dan murah. nas

Kamis, 20 Mei 2010

H Surya Lepas Kontingen Isen Mulang

KASONGAN,PPOST
Wakil Bupati Katingan, H Surya SH, Rabu (18/5) secara resmi melepas Kontingen Isen Mulang Katingan yang akan berlaga pada Festival Budaya Isen Mulang Tingkat Provinsi Kalteng, di Palangka Raya.Dalam sambutan tertulisnya Surya, mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pengembangan seni budaya, sehingga kekayaan dan keragaman dapat terus dilestarikan.
Dilkatakannya pula, saat ini nilai histori budaya dayak yang cenderung semakin menurun dan kurang dikenal oleh generasi sekarang ini, begitu pula dengan olah raga tradisionalnya, seperti Balugu, Bagasing, Manyipet, Besei Kambe, Ngaruhi dan lainnya hampir punah di masyarakat.
“Melalui festival ini kita berupaya melestarikan budaya untuk generasi muda di masa akan datang,” katanya.
Surya berpesan kepada seluruh kontingen yang diberangkatkan, baik ketua rombongan dan anggota, pelatih dan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dan lomba dengan baik.
Ia berharap, kontingen Katingan dapat menampilkan hasil terbaik untuk meraih prestasi maksimal dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas sesuai ketentuan aturan dan penilaian yang ditetapkan panitia.
Namun Surya juga mengingatkan, setiap lomba dan pertandingan, pasti ada kalah dan menang, untuk perlu dibangun semangat bertanding yang tinggi dalam tim guna mencapai kesuksesan.
Prestasi atlet Katingan dalam even ini telah mengembirakan, dimana di tahun 2009 sudah sering ditunjuk mewakili Kalimantan Tengah mengikuti even di tingkat regional dan nasional.
Surya meminta prestasi ini hendaknya terus dipertahankan, sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap pelestarian budaya yang beraneka ragam, pemerintah sendiri tetap konsisten dan akan selalu mendukung kegiatan serupa.
“Selamat kepada seluruh kontingen, saya minta jaga nama baik daerah bertandinglah secara sportif untuk meraih prestasi terbaik,” pungkasnya.nas

Tiga Pelaku Gendam Ditangkap Polisi

*Banyak Jatuh Korban, Beraksi Sejak 2009
KASONGAN,PPOST
Tiga pelaku penipuan dan penggelapan yang diduga menguasai Ilmu Gendam berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian Polsektif Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.Dua diantara tiga pelaku adalah pasangan suami isteri, mereka mengaku sudah banyak korban yang menjadi mangsanya, aksi penipuan itu sudah berlangsung sejak 2009 lalu.
Pasangan suami isteri, Hagiansyah (27) dan Aslah Firiah (27) warga asal Banjarmasin Kalsel, ditangkap pihak kepolisian di Kota Sampit, Kotim, mereka mengaku melancarkan aksi penipuan dan penggelapan, karena dorongan ekonomi.
Satu tersangka lagi, Jhoni (37) yang juga warga Banjarmasin, teman mereka, berperan membantu aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan pasangan suami isteri ini.
Kerap korban yang menjadi mangsa, ditipu dengan iming-iming mereka bisa menggandakan uang dari alam ghaib. Korban mereka selalu menurut apa kata mereka, diduga saat melancarkan aksinya mereka menggunakan ilmu hipnotis.
Awal mula, tertangkapnya ketiga pelaku tersebut berkat laporan warga Kasongn yang sudah menjadi korban penipuan tersebut yang melapor ke Polsek Katingan Hilir. Berkat informasi dan ciri ciri pelaku aparat pun langsung bergerak cepat dan melacak keberadaan pelaku.
Perburuan tiga tersangka ini memang cukup menyulitkan petugas, namun karena ciri-ciri tersangka yang sangat jelas, akhirnya tersangka tertangkap saat berada di Kota Sampit, Kotim.
“Ketiga pelaku penimpuan yang katanya bisa menggandakan uang juga bisa menghipnotis korban di Kota Sampit Jalan Pinang Kelurahan Mentawa Baru Ketapang Kecamatan Ketapang, pada Jumat (14/5) sore dan dua diantara pelaku adalah pasangan suami istri, dan ini berkat informasi dan laporan para korban,” kata Kapolsek Katingan Hilir AKP Mansur, Rabu (19/5), kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik.
Menurut Mansur, penipuan tersebut bukan hanya dilakukan di Kabupaen Katingan saja tetapi dibeberapa tempat yakni seperti Sampit, Pangkalan Bun dan Banjarmasin dengan modus sama yakni menipu dengan bisa mendatangkan uang dan menghipnotis korban dan pelaku tinggalnya tidak mentap di satu tempat.
Untuk kasus di Kasongan dari keterangan korban Srimujenah warga Kasongan Seberang , saat itu pelaku berjanji mampu bisa mendatangkan uang dari alam gaib dengan cara menyediakan satu buah kotak yang diisi dengan sejadah dan satu buah kain putih yang digantung dalam kotak tersebut.
Tersangka menjanjikan, isi kota tersebut akan berubah menjadi perhiasan emas dan uang sejumlah ratusan juta rupiah, saat itu juga pelaku meminta tolong kepada korban untuk membayar ongkos sewa mobil selama 20 hari sebesar Rp 5 juta bahkan pelaku juga meminta uang kepada keponakan korban sebesar Rp 30 juta.
Setelah lama ditunggu-tunggu oleh korban, ternyata isi kotak tersebut tidak ada perubahan baik berubah jadi emas maupun uang dan ketiga pelaku menghilang entah kemana, merasa dirugikan korban langsung melapor kejadian tersebut ke Polsek Katingan Hilir.
Sementara itu korban lainnya yakni Nurainah warga Kasongan Lama melapor saat itu pelaku meminjam sepeda motor jenis Viar milik korban dengan alasan motor tersebut sial apabila berada di rumah korban bahkan akan sial juga apabila dibawa untuk bekerja sehari-hari, sehingga harus dibersihkan terlebih dahulu.
Korban, sebutnya, secara tidak sadar motor tersebut diambil oleh teman pelaku, tanpa sadar pula korban STNK dan BBKB pun juga diserahkan dan motor tersebut dibawa pelaku ke Kota Sampit.
Namun beberapa bulan kemudian kendaraan tersebut tidak ada kabar beritanya bahkan pelakupun tidak menujukkan batang hidungnya, merasa tertipu korbanpun langsung melapor ke Polsek Katingan Hilir.
Ketiga pelaku telah melanggar pasal 378 KUHP pasal 55, KUHP pasal 56, pasal 372 KUP tetang penipuan dan penggelapan. Sejumlah barang bukti ikut diamankan, berupa dua sajadah, satu kain putih, piring dan kotak.
Mansur mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan hal-hal yang demikian bahkan kepada masyarakat yang sudah tertipu tetapi belum melaporkan agar melaporkannya ke Polsek terdekat.
Kepada wartawan, pelaku Aslah Fitriah alias mama Fahrul menuturkan pekerjaan tersebut dilakukannya untuk biaya hidup karena suaminya tidak bekera sedangkan kedua anaknya memerlukan biaya untuk makan dan kehidupan sehari-hari.
“Saya menyesal sebenarnya melakukan pekerjaan seperti ini namun apa boleh buat nasi sudah jadi bubur biarlah kita hadapi dan saya pasrah atas semua ini,” ungkap Aslah sembari mengusap air matanya yang terus keluar.nas

Paripurna Dewan Diwarnai Intrupsi

* Pertanyakan Ketidakhadiran Unsur Pimpinan
KASONGAN, PPOST
Sidang paripurna DPRD Katingan, Rabu (19/5) diwarnai intrupsi oleh salah satu anggota dewan, Nanang Suriansyah dari Partai Demokrasi Pembaruan.
Ia mempertanyakan ketidakhadiran tiga unsur pimpinan dewan pada paripurna sebelumnya yang menyebabkan sidang untuk mendengarkan pendapat akhir fraksi tak dapat dilanjutkan dan terpaksa harus dijadwal ulang.
Unsur pimpinan yang hadir ketika itu, Wakil Ketua II, Rudi Hartono, SSos, terpaksa menunda ketukan palu untuk menyudahi sidang paripurna yang ketika itu dihadiri oleh Wakil Bupati, H Surya SH.
“Pimpinan saya selaku anggota meminta klarifikasi dan penjelasan, terkait ketidak hadiran tiga unsur pimpinan kemarin yang menyebabkan sidang paripurna yang telah dijadwalkan tidak dapat dilanjutkan, saya kira ini perlu mendapatkan penjelasan,” kata Nanang.
Mendengar pertanyaan ini, Rudi Hartono, pimpinan dewan dari Fraksi Golkar inipun tak dapat mengelak pertanyaan ini, ia menjawab, pada saat sidang paripurna berlangsung dirinya sedang berada di luar kota dan sedang bertugas atas nama lembaga menemani kunjungan kerja Bupati.
“Perlu saya jelaskan walau saya yakin jawaban saya tidak sepenuhnya akan memuaskan, yang jelas pada saat itu (Paripurna akan berlangsung,red) saya sedang melaksanakan tugas mendampingu kunjungan kerja Bupati, melantik sejumlah kepala desa, sehingga tidak mungkin bagi saya untuk hadir secara bersamaan,” kata mantan Jurnalis ini.
Rudi menyebutkan, seharusnya dua pimpinan lainnya, yakni Ketua dan Wakil Ketua I dapat memimpin agenda paripurna tersebut, namun karena tak hadir, ia mempersilahkan anggota mempertanyakan langsung kepada pimpinan dewan lainnya.
“Harusnya pimpinan dewan lain bisa hadir, silahkan nanti ditanyakan langsung oleh anggota agar semua dapat jelas, dan secara pribadi saya meminta maaf atas hal ini,” kata Rudi lagi, menyudahi dan langsung mengetuk palu sidang, menandai ditutupnya paripurna.
Diberitakan sebelumnya, akibat ketidak hadiran tiga unsur pimpinan dewan yang menyebabkan paripurna tak bisa dilanjutkan dan harus dijadwal ulang membuat Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Katingan, Marserius, menyatakan kekecewaannya.
“Terus terang secara pribadi saya kecewa atas batalnya paripurna ini, harusnya ini tak boleh terjadi, Banmus terpaksa menjadwal ulang,” kata anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini.
Lalu apa langkah BK yang akan diambil, tanya wartawan, Marserius mulai menjawab dengan hati-hati, ia mengatakan BK tentunya belum akan mengambil langkah dan tindakan, namun ia berjanji akan melakukan rapat internal, mengenai ketidak hadiran tiga pimpinan ini.
“Kita belum bisa menyebutkan tindakan apa yang akan dilakukan kepada tiga pimpinan dewan, namun yang pasti kita akan bahas dulu ditingkat internal BK dulu,” kata Marserius.
Marserius tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas kejadian ini, seharusnya ketidak hadiran tiga pimpinan tak perlu terjadi. Ia mengaku hanya menerima informasi dari pihak Sekwan bahwa untuk Wakil Ketua I tidak dapat hadir karena menghadiri acara partai di Jakarta.
Untuk wakil ketua II, sebut Marserius lagi, sedang mengikuti kegiatan bersama bupati di salah satu kecamatan, sedangan untuk ketua, informasi Sekwan saat ditelepon, sedang berada di Jakarta .
“Kita sudah minta konfirmasi dengan sekwan, kesemuanya sedang di luar kota, membuat paripurna tak bisa dilanjutkan,” katanya lagi.
Sementara itu Suhardi Digun, salah satu anggota dewan yang hadir juga mengungkapkan rasa kekecewaannya. Ia menilai kejadian ini menjadi kejadian luar biasa. Digun, menilai ketidak hadiran ketiganya, lebih diakibatkan oleh miskomunikasi dan lemahnya koordinasi ketiga unsur pimpinan yang kedepan tak boleh lagi terjadi.
“Bila komunikasi baik kejadian ini tak akan terjadi, kedepan harus diperbaiki kalau mau baik, kalau tidak bisa saja kejadian serupa kembali lagi terjadi,” katanya mengingatkan. nas

Rabu, 19 Mei 2010

Peresmian Gerai Hallo, Komitmen Untuk Lebih Dekat pada Pelanggan

KASONGAN,PPOST
Peresmian Gerai Hallo Telkomsel Kasongan merupakan bentuk komitmen Telkomsel agar bisa lebih dekat dengan masyarakat. Hal tersebut dikemukan oleh Ismu Widodo Branc Manager Telkomsel Palangka Raya, saat memberikan sambutan pada acara peresmian Gerai Hallo Kasongan, kemarin.
Dikatakan Ismu, Gerai Hallo Telkomsel Kasongan adalah yang keenam berdiri di Kalteng setelah Buntok, Kapuas, Muara Teweh, Sampit dan Pangkalan Bun. Hal tersebut agar pelayanan yang diberikan Telkomsel kepada pelanggan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Katingan dan sekitarnya.
Telkomsel, lanjut Ismu, berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan, untuk itu Telkomsel telah menempatkan Gerai Hallo di Kota Kasongan agar bisa melayani masyarakat secara langsung.
“Gerai Hallo Telkomsel Kasongan operasionalnya akan dibawah komando dari Kisel yang merupakan salah satu Autoriezd Dealer Telkomsel,” ucap Ismu.
Sementara itu, Wakil Bupati Katingan H Surya SH saat peresmian Gerai Hallo Telkomsel Kasongan mengungkapkan, dirinya sangat menyambut baik dengan berdirinya Gerai Hallo di Kota Kasongan, yang artinya ini sangat memudahkan para pelanggan Telkomsel untuk melakukan pembuatan kartu Hallo atau mendapatkan informasi tentang produk Telkomsel.
Hal tersebut, lanjutnya, membuat masyarakat yang merupakan pelanggan Telkomsel tidak lagi harus datang ke Palangka Raya untuk sekedar mengganti kartu atau jika ada kendala saat menggunakan produk dari Telkomsel.
Gerai Hallo Telkomsel secara resmi diresmikan oleh Wakil Bupati Katingan H Surya dengan ditandai pemencatan tombol dan penanda tanganan prasasti. Selain itu, H Surya juga secara simbolis melakukan pemotongan pita tanda dibukanya Gerai Hallo Telkomsel, selasa 18/5.mhs

Empat Tim Kampanye Sepakat Ciptakan Suasana Damai

KASONGAN,PPOST
Empat Tim Kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng yang akan berlaga pada Pemilu Kada dan Wakada 5 Juni nanti bersepakat ikrar bersama akan menciptakan suasana dan melakukan kampanye damai selama pesta demokrasi nanti.Ikrar bersama yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Gagah Lurus Kasongan, Selasa (18/5) berlangsung lancar dan meriah, diahadiri oleh Wakil Bupati Katingan, H Surya SH, Kapolres Katingan, AKBP Drs H Achmad Yudi Suwarso SH, lima anggota KPU, anggota Panwaslu dan sejumlah pejabat utama Pemkab Katingan.
Tak ketinggalan masing-masing tim kampanye turut hadir bersama masa pendukungnya, yang ketika itu setiap tim dibatasi hanya boleh membawa 100 masa pendukung.
Pembacaan ikrar kampanye dipimpin oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Katingan, Ganti Nyatman yang diikuti oleh tiap tim kampanye pasangan calon yang ada di Katingan, dilanjutkan oleh penandatangann ikrar.
Wakil Bupati Katingan H Surya SH, dalam sambutan tertulisnya, kembali mengajak masyarakat dan seluruh tim kampanye pasangan calon untuk bersama menciptakan keamanan bersama.
Dikatakannya, pasti dalam pelaksanaan kampanye, suhu politik akan dipastikan memanas, untuk itu ia mengimbau agar tim kampanye dan masyarakat untuk tetap tertib, guna menjaga keamanan di daerah ini untuk terus kondusif, aman dan pelaksanaan pesta rakyat ini dapat lancar serta sukses.
Surya juga menyampaikan pesan, agar setiap tim kampanye dalam kegiatan kampanye nanti untuk taat dan tak menyalahi terhadap aturan yang berlaku dan menjaga ikrar bersama yang telah diucapkan.
“Mari kita jaga kondisi keamanan di daerah kita yang sudah sangat kondusif ini terus terjaga jalannya demokrasi ini dapat berjalan dengan baik,” tukasnya.
Ketua KPU Katingan, Sapta Tjita, mengingatkan, pencanangan damai ini mempunyai arti tiap kampanye sepakat tetap menciptakan suasana damai, bukan untuk tim saja tapi juga seluruh masyarakat yang ikut terlibat.
“Pencanangan ini penting untuk sukses proses demokrasi ini. KPU berharap selanjutnya proses pemilu berjalan damai pula,” katanya berharap.nas

Senin, 17 Mei 2010

Besok, KPU Gelar Ikrar Kampanye Damai

KASONGAN, PPOST
Besok, Selasa (18/5) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Katingan menggelar hajatan Ikrar Kampanye Damai yang akan diikuti oleh empat tim sukses/kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berlaga dalam Pemilu Kada Kalteng.
Ikrar kampanye direncanakan akan digelar di lapangan Gagah Lurus Kasongan, tak ada kompoi oleh pasangan calon hanya ada ikrar kampanye, menandai masuknya tahapan kampanye.
“Selasa KPU akan menggelar ikrar kampanye damai, semua tim kampanye yang ada di Katingan akan hadir, empat tim kampanye menyatakan kesiapannya hadir,” kata anggota KPU Katingan, Endang Fatmawati, kepada PPost, akhir pekan kemarin.
Dikatakan mantan anggota Panwaslu Katingan ini, kegiatan Ikrar Kampanye Damai, merupakan agenda tahapan Pemilu Kada Kalteng yang telah ditetapkan KPU Provinsi.
Ia mengatakan, diharapkan dengan adanya Ikrar Kampanye Damai oleh masing-masing empat Tim Kampanye di Katingan, kampanye Pemilu Kada dapat berjalan damai, sehingga pesta rakyat ini dapat lancar dan sukses.
Dikatakannya pula, dalam Ikrar Kampanye nanti, tidak ada iring-iringan atau kompoi kampanye oleh tim sukses yang biasanya dilakukan, hanya ada Ikrar Damai.
“Sesuai rapat bersama dengan Tim Kampanye dengan KPU disepakati hanya ada Ikrar Kampanye ditambah sedikit hiburan, tidak ada kompoi ke jalan,” kata Endang lagi.
Endang berharap, jalannya kampanye dapat damai sesuai ikrar oleh tiap Tim Kampanye dan semua pihak yang terlibat saat kampanye maupun masyarakat yang hadir dapat mengikuti dengan baik setiap kegiatan kampanye untuk dapat mengenali visi dan program setiap pasangan calon. nas

Kontingen Tandak Intan Raih Juara Favorit

KASONGAN,PPOST
Kontingen Festival Tandak Intan Kaharingan dari Kabupaten Katingan yang berlaga di tingkat Provinsi Kalteng di Palangka Raya, berhasil meraih juara favorit.Piala favorit disampaikan oleh ketua Lembaga Pengembangan Tandak dan Upacara Keagamaan Umat Hindu Kaharingan (LPT-UKUK) Kabupaten Katingan, Drs Kundit U Junas kepada Bupati Katingan yang diterima langsung oleh Sekda Katingan, Ir Christantwo T Ladju, Sabtu (15/5) di ruang rapat bupati.
"Kontingen Tandak Intan kita secara membanggakan mendapatkan juara favorit se-Kalteng, ini merupakan prestasi yang terbaik yang pernah Katingan raih," kata Kundit.
Sekda Katingan Ir Cristantwo T Ladju MM, menyambut baik hasil yang dicapai dalam lomba di tingkat provinsi ini dan memberikan apresiasi atas prestasi yang mengharumkan nama baik daerah ini.
"Pemerintah daerah sangat menyambut baik kegiatan keagamaan ini, hal ini penting dalam rangka membina keamanan dan ketaqwaan Tuhan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal karena ada unsur kebudayaan lokal yang harus dijunjung tinggi dan dihargai, " kata Cristantwo.
Ia juga berharap, prestasi yang telah diraih ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan, untuk itu perlu upaya lanjutan untuk melakukan pembinaan.
Pemerintah daerah akan pasti mensufort semua kegiatan keagamaan namun memang harus diakui pendanaan kegiatan keagmaan memang diakui masih kurang.
"Kami dari pemerintah daerah juga meminta maaf terkait pendanaan yang tidak maksimal karena semua segala sesuatunya dibuat secara instant, saya ucapkan selamat apa yang kita lakukan di sana tidak sia-sia,” katanya.
Sementara ketua kontingen, Tuas S.Ag, melaporkan jumlah kontingen, peserta sebanyak 66 orang, official delapan orang, unsur LPT-UKUK tujuh orang dan panitia sebanyak 29 orang sehingga totalnya mencapai 110 orang.
Katingan berlaga di tujuh cabang perlombaan, yakni kandayu perorangan, kandayu beregu, pembacaan kitab suci panaturan, tandak manandak, pandehen, cerdas cermat dan satu cabang eksebisi berupa tarian.
Dari tujuh lomba yang diikuti Katingan berhasil, di lomba kandayau perorangan dewasa putra, kandayu beregu remaja putri, kandayu dewasa putri dan pembacaan kita suci panaturan dewasa putra.
Selain itu, kontingen Katingan juga meraih juara II sebanyak enam trofy yaitu kandayu perorangan remaja putra, pembacaan kita suci panaturan remaja putra, pembacaan kita suci panaturan remaja putri, menandak anak-anak putra, cerdas cermat dan eksebisi tarian.
Sedangkan untuk juara III diraih sebanyak tujuh tropy yakni kandanyu beregu dewasa puteri, kandayu beregu anak-anak putri, kandayu beregu anak-anak putra, kandayu beregu anak-anak putri, pembacaan kitab panaturan anak-anak putri, menandak anak-anak putri dan menyampaikan pendehen tingkat putri.
"Hasil ini menjadikan Kontingen Kabupaten Katingan ditetapkan sebagai juara terbaik festival tandak intan Kaharingan tingkat Provinsi Kalteng tahun 2010 di Palangka Raya sekaligus menjadi juara faporit,” katanya.
Dari hasil ini, panitia juga memberikan insentif kepada para pemenang dalam kegiatan itu berupa uang saku sebesar Rp 200 ribu, dan kepada pemenang diberikan bonus tambahan yakni untuk juara I mendapat Rp 150 ribu per orang, juara II mendapat 100 ribu rupian dan untuk jura III diberikan uang sebesar Rp 75 ribu per orang. nas

Sabtu, 15 Mei 2010

Preman Kampung Tewas dalam Duel Maut

KASONGAN, PPOST
Seorang preman kampung, Ayub (25), warga Desa Kendi Kecamatan Katingan Hilir, tewas mengenaskan di lokasi pendulangan desa setempat, kemarin sekitar pukul 11.30 WIB, setelah  terlibat perkelahian dengan seorang pendulang bernama Utih (30), warga asal Banjarmasin .
Ayub tewas di lokasi kejadian. Dia mengalami luka disekujur tubuhnya. Sementara Utih juga mengalami luka serius di bagian tangannya yang nyaris putus. Utih sempat dilarikan ke RSUD Kasongan untuk menjalani perawatan.
Kejadian menjelang salat Jumat itu sempat menggegerkan warga setempat. Tak diketahui asal mula perkelahian di antara keduanya. Namun informasi yang didapat saat Utih dirawat di RSUD Kasongan, menyebutkan perkelahian terjadi akibat pemuda setempat meminta jatah preman, satu di antaranya yakni Ayub.
Saat itu, sebut Utih, dirinya bersama teman-temannya berisitirahat menjelang salat Jumat. Mereka sedang asyik minum kopi di sebuah warung. Tiba-tiba, mereka dihampiri Ayub bersama temannya Juling, meminta jatah kepada para penambang.
Ayub yang membawa sebilah pisau memaksa meminta jatah kepada Utih dengan mengacungkan-acungkan pisau ke wajah Utih. Merasa dilecehkan, Utih naik pitam. Tak terima dengan perlakuan preman tersebut, Utih mencoba melawan.
Utih kalah cepat, Ayub tiba-tiba melayangkan pisaunya ke wajahnya. Utih melihat ayunan pisau hendak mengenai wajahnya, secepat kilat ia menghindar dengan merunduk dan menangkis mengunakan tangan kirinya. Tak ayal tangan kanannya terkena sabetan parang Ayub hingga nyaris putus.
Diserang dengan pisau, Utih pun langsung mengambil pisau tak jauh dari posisi duduknya. Belum juga sempat membalas, Ayub pun kembali mengayunkan pisaunya. Utih lagi-lagi mengelak dengan merunduk sembari mengayunkan pisaunya ke arah kaki Ayub.
Menerima serangan tiba-tiba itu, Ayub pun tersungkur dengan kaki hampir putus, nyaris tak berdaya. Utih pun bak kesetanan, membabi buta membacok bagian perut, paha bahkan sekujur tubuh Ayub hingga tewas.
Kepada wartawan, Utih yang tengah dibalut perban, mengaku dirinya membacok Ayub karena diminta duit jatah bulanan untuk preman. Karena selalu meresahkan warga sekitar, akhirnya dengan nekat dirinya yang saat itu kena giliran dimintai oleh Ayub sudah menyiapkan sebilah pisau.
“Saya melihat Ayub membawa pisau setiap meminta jatah. Saya pun menyiapkan pisau. Baru bekerja, belum ada hasilnya, sudah diminta duit. Dari mana untuk mengasihnya,” kata Utih.
Menurut Utih, saat itu tidak ada yang berani melerai. Bahkan Juling, teman Ayub pun pergi entah kemana sehingga pertarungan satu lawan satu yang terjadi.
“Saya dulunya kerja tambang di Desa Unggang, namun karena hasilnya kurang saya pindah ke Desa Kedi. Belum beberapa bulan bekerja sudah diminta-minta. Itu sudah sering dilakukan preman tersebut untuk minum-minuman keras. Bila tidak memberi jatah, tidak boleh bekerja,” kata Utih lagi.
Ketika dikonfirmasi, Kapolres Katingan, melalui Kaur Reskrim Ipda Dani Pemana membenarkan bahwa terjadi duel maut antara Ayub dengan Utih. Namun pihaknya belum mengetahui motif perkelahian tersebut karena masih tarap penyelidikan.
“Kami saat ini turun kelokasi kejadian dan kasus ini masih dalam penyelidikan sedangkan tersangka sudah diamankan,” kata Dani. nas

Jumat, 19 Maret 2010

Jasad Pendi Belum Ditemukan

* Korban Kecelakaan di Atas Jembatan
KASONGAN, PPOST
Jasad Pendi, warga Desa Tumbang Tungku, Kecamatan Pulau Malan hingga Kamis (18/3) sore belum diketemukan. Pendi terpental ke dalam Sungai Katingan akibat mengalami kecelakaan maut di atas jembatan Kasongan.
Upaya pencarian aparat dan warga setempat sudah dilakukan, menyisir sejumlah tempat, baik di bawah jembatan mapun menyisir ke wilayah hilir Sungai, mencari keberadaan jasad Pendi.
Proses pencarian dipimpin langsung oleh Wakapolres Katingan, Kompol Budhi Rahmad Sik, bersama sejumlah perwira Polres lainnya, di antaranya, Kabag Ops, Kompol Said Fauzi, Kasat Samapta, Iptu Danang, lebih dari 30 personil diturunkan dalam upaya pencarian jasad Pendi ini.
Personil lainnya yang diturunkan, yakni dari TNI 5 orang, Satpol PP sebanyak 10 orang dipimpin langsung oleh Kepada Badan Kesbang Linmas Pol, Bambang Herianto, kemudian ada juga 23 personil dari Tagana Katingan, Damkar sebanyak 12 orang, dan perhubungan 10 orang.
Empat buah speed dan sepuluh perahu jenis Kelotok juga ikut dikerahkan membantu upaya pencarian, namun pencarian hingga sore hari belum menandakan hasil menggembirakan, belum diketahui sampai kapan upaya pencarian akan dilakukan.
Wakapolres Katingan, Kompol Budhi Rahmad Sik, mengatakan, aparat yang diturunkan akan berupaya sekuat tenaga dalam upaya pencarian, belum ditentukan sampai kapan, tim yang di lapangan akan mencari jasad Pendi yang hilang sampai dapat.
”Kita akan cari sampai dapat, bila besok (hari ini,red) belum juga kita temukan, akan lakukan evaluasi, tim yang diturunkan sudah mencari kemungkinan di sejumlah titik, baik di bawah jembatan Kasongan maupun menyisir ke daerah hilir Sungai, bahkan sudah ada tim menyisir hingga ke Kecamatan Tasik Payawan, namun korban belum diketemukan,” kata Wakapolres.
Upaya pencarian korban tampaknya sedikit mengalami hambatan, dikarenakan debit sungai Katingan sedang mengalami kenaikan debit air, sehingga air terlihat keruh, menyulitkan pemandangan.
Diberitakan sebelumnya, Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan di Kota Kasongan, Rabu (17/3) malam sekitar Pukul 19.30 WIB, tepat di atas jembatan Kasongan. Satu korban dinyatakan hilang karena terpental ke dalam sungai Katingan, hingga kini belum diketemukan, dua korban lainnya alami luka-luka.
Informasi dilapangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan berawal tersenggolnya sebuah motor Jupiter oleh sebuah mobil dari arah Kasongan menuju Palangka Raya.
Motor Jupiter bernopol KH3884 N yang dikemudikan oleh Dedek (16) dengan rekannya Marko (17), keduanya warga Kasongan, tersenggol mobil yang kabarnya sebuah jenis minibus, membuat kendali sepeda motor Dedek oleng, tak terkendali.
Tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah sepeda motor Jupiter bernopol KH 2140 AO yang kabar informasi yang diterima dikemudi oleh Pendi warga Tumbang Tunggu, Kecamatan Pulau Malan. Tak ayal terjadi tabrakan hebat sepeda motor yang dikemudikan oleh Dedek dan Pendi.
Akibat tabrakan hebat ini, Pendi dikabarkan terpental ke sisi kiri, hingga jatuh dari Jembatan Kasongan ke dalam Sungai Katingan. Dedek bersama rekannya Marko, mengalami luka-luka cukup serius dibagian kaki dan kepala, kedua di rawat di ruang UGD RSUD Kasongan.
Dedek, kepada PPOST, di ruangan UGD, mengaku bahwa sepeda motor yang dikendarainya disenggol oleh sebuah mobil, ia tak mampu mengendalikan karena oleh, dari arah depan muncul sepeda motor lainnya, dan terjadilah proses tabrakan itu. nas