Tampilkan postingan dengan label Sukamara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukamara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Bupati Sumbang Sepeda untuk Polisi

SUKAMARA – Untuk mendukung kinerja kepolisian dalam menjalankan tugas-tugasnya seperti patroli bersepeda, Bupati Sukamara, Ahmad Dirman secara pribadi menyumbangkan tiga buah sepeda kepada kepolisian resort (Polres) Sukamara dan langsung diserahkan pada acara ramah tamah HUT Bhayangkara, Jumat (1/7).

Jumat, 01 Juli 2011

Kapal Sering Kandas Karena Debit Air Turun

SUKAMARA – Menurunnya debit air Sungai Jelai mengakibatkan arus transportasi di perairan itu sedikit terganggu, sebab ada beberapa titik alur yang mengalami pendangkalan. Untuk bisa melewati alur-alur itu para pemandu kapal harus berhati-hati agar kapal tidak kandas.

Harga Air Bersih Pun Ikut Mahal

SUKAMARA – Tidak hanya bahan bakar minyak (BBM) yang mahal, kini di Kabupaten Sukamara air bersih pun mulai mahal. Mahalnya harga air bersih di Kecamatan Jelai disebabkan karena sulitnya mendapatkan air bersih karena di daerah itu lama tidak turun hujan.
Padahal stok air bersih warga sudah semakin menipis sehingga mereka terpaksa mengambil air dari daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Jelai.

Selasa, 18 Januari 2011

Rinco: Dana Pra PON tak Masuk APBD

SUKAMARA, PPOST

Ketua Umum KONI Kalimantan Tengah, H Rinco Norkim mengatakan, keikutsertaan Kalimantan Tengah dalam Pra PON XVIII tahun 2011 dan PON XVIII tahun 2012 di Pekan Baru Riau terkendala pendanaan. Pasalnya pendanaan kegiatan Pra PON tidak masuk dalam APBD Provinsi tahun anggaran 2011 ini.
“Kalau mengacu pada UU No.3/2005 Pasal 69 Ayat 2 dan Pasal 70 Ayat 1 bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran keolahragaan melalui APBN dan APBD serta pendanaan keolahragaan ditentukan berdasarkan prinsip kecukupan dan berkelanjutan,” kata Rinco.
Meski demikian Rinco mengatakan, bahwa hal itu dapat disikapi secara arif dan bijak, dan sesuai dengan UU RI No.3/2005, Permen tahun 2007 bahwa KONI adalah satu-satunya induk organisasi cabang olahraga yang merupakan mitra pemerintah dalam pembinaan olahraga prestasi.
“Tugas pokoknya merencanakan atau menyiapkan, melaksanakan dan mengkoordinasikan keikutsertaan cabang olahraga prestasi dalam kegiatan olahraga yang bersifat lintas daerah dan nasional seperti kegiatan porprov, pra kualifikasi PON dan pelaksanaan PON itu sendiri,” ucap Rinco.
Dikatakannya bahwa tahapan program KONI Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah dilaksanakan adalah pelaksanaan Porprov IX tahun 2010 dimana Kabupaten Sukamara telah berhasil menduduki peringkat 10 dengan perolehan sebanyak 8 medali emas, dua medali perak dan 8 medali perunggu, dan ke depan diharapkan hasilnya akan lebih baik lagi.
“Tantangan dunia olahraga di Kalteng akan semakin berat dan komplek, namun demikian jangan menjadi beban bagi kita membangun prestasi olahraga, kita menginginkan kerjasama dalam membangun sinergisitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota, insan olahraga serta dunia usaha dalam satu kesadaran bersama dalam mewujudkannya,” ujar Rinco Norkim.
Keberhasilan pembangunan sistem keolahragaan yang baik pada gilirannya akan menunjang tercapainya prestasi dan prestise untuk membangkitkan kejayaan, harkat dan martabat daerah ke tingkat nasional dan internasional khususnya prestasi olahraga Kalimantan Tengah pada PON XVIII Tahun 2012 di Riau. fah

Kamis, 20 Mei 2010

Produk Lokal Jadi Andalan Daerah.

SUKAMARA,PPOST
Melalui berbagai kegiatan event yang diikuti oleh Kabupaten Sukamara seperti kegiatan pameran Kalteng Expo 2010 diharapkan potensi yang bersumber dari kekayaan alam dan hanya dimiliki oleh daerah dapat dikenalkan ke daerah lain, sebab beberapa potensi yang merupakan produk andalan sangat diminati dan sering diburu oleh masyarakat dari daerah lain.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben) Sukamara, Iman Wiyono mengatakan tahun ini pemerintah daerah juga mengikuti kegiatan Kalteng Expo yang mana untuk stand pameran juga sudah disediakan, sehingga nantinya bisa ditampilkan produk-produk lokal dari wilayah Sukamara sebagai produk andalan.
“Untuk stand pameran  sudah dapatkan, kita tinggal melakukan dekorasi, makanya nantinya produk yang kita pajang akan mampu menarik pengunjung, sebab berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah-sudah produk asli Sukamara sangat diminati oleh pengunjung,” ujar Iman Wiyono.
Dijelaskannya pada pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya ada beberapa produk asli dari pengrajin Sukamara yang sangat diminati oleh pengunjung, seperti krupuk basah yang dibuat dari ikan, krupuk amplang, cobek yang terbuat dari kayu bulin (ulin) serta beberapa yang lainnya seperti ikan kering, manisan terong dan kerajianan pembuatan batu kecubung, anyaman, bahkan biasanya produk yang dipajang di pameran sampai habis diborong pembeli.
“Oleh karenanya nantinya mungkin produk yang dibawa pada saat pameran ada yang berbentuk sudah jadi atau sudah siap dikonsumsi, ada juga yang masih berbentuk bahan mentah nanti disana tinggal diolah dan dimasak seperti krupuk amplang dan lainnya,” tutur Iman Wiyono.mg

Jumat, 19 Maret 2010

Warga Pulau Nibung Gelar Syukuran Desa


SUKAMARA, PPOST
Gelar acara syukuran Desa Pulau Nibung yang di agendakan setiap satu tahun sekali kembali dilaksanakan, selain dihadiri oleh unsur pimpinan daerah Kabupaten Sukamara beserta satuan kerja perangkat daerah dan kepala desa di Kecamatan Jelai juga undangan dari Provinsi Kalteng, acara tersebut diisi dengan hiburan musik yang mendatangkan artis ibukota.
Bupati Sukamara, Ahmad Dirman mengatakan, keinginannya untuk lebih sering berkunjung ke kecamatan-kecamatan dan desa-desa untuk bisa melihat langsung situasi dan kondisi masyarakat di desa, namun karena kesibukan dan kegiatan yang harus diikuti diluar daerah baik tingkat provinsi maupun tingkat pusat.
"Dengan kesibukan itu maka keinginan tersebut selalu tertunda, dan Alhamdulillah pada kesempatan ini sebagian keinginan dapat terlaksana," ujar Ahmad Dirman.
Dijelaskannya, menginjak usia kedelapan pemekaran Kabupaten Sukamara, sudah banyak perubahan–perubahan yang terjadi dan keberhasilan yang telah diraih Kabupaten Sukamara pada umumnya dan Desa Pulau Nibung pada khususunya, seperti pembangunan jalan, jembatan pasar dan lain sebagainya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kita patut berbangga dan bersyukur dengan hasil-hasil tersebut,namun apabila kita melihat kedaerah-daerah lain tentu apa yang telah menjadi keberhasilan kita ini jauh lebih tertinggal, hal ini wajar karena daerah lain telah lebih dahulu melaksanakan pembangunan, oleh karenannya marilah kita kejar semua dengan kemampuan kita bersama," tukas Ahmad Dirman.
Ditambahkannya masih banyak potensi daerah yang belum tergali dan diolah secara maksimal, dan ini menjadi tugas bersama untuk mengembangkan potensi tersebut untuk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan bersama, untuk kepentingan generasi yang akan datang, potensi yang dimaksud tidak saja sumber daya alam tapi juga sumber daya manusia.
"Sebagai contoh Desa Pulau Nibung ini sangat potensial untuk pengembangan sektor perikanan, karean kondisi alamnya sangat mendukung, tapi jika hanya mengandalkan kegiatan perikanan secara tradisional maka hasil yang didapat juga kurang maksimal, maka kades dapat bekerja sama dengan dinas terkait untuk meningkatkan sektor perikanan ini melalui pengelolaan tambak-tambak ikan," jelas Ahmad Dirman.
Disisi lain, ujar Bupati bahwa Kabupaten Sukamara saat ini sangat antusias untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan menumbuhkan sektor produksi melalui pembukaan jalur transportasi baik jalur darat maupun laut. mg

Petani Jelai Sudah Mulai Panen Padi

SUKAMARA, PPOST
Camat Jelai, Supriyono mengatakan bahwa sejak dua minggu terkhir sebagian petani yang ada di Kecamatan Jelai sudah melakukan panen padi, terutama untuk padi jenis unggul, dan itu patut dibanggakan karena areal tanaman padi pada tahun ini cukup luas dan hasilnya mengembirakan.
“Dan Insya Allah kami dalam waktu dekat akan melaksanakan pesta panen padi di Desa Sungai Raja Kecamatan Jelai pada sekitar awal bulan Mei 2010 mendatang,” ujar Supriyono kemarin.
Dijelaskannya sektor pertanian memang menjadi salah satu usaha andalan bagi masyarakat Kecamatan Jelai, sehingga diharapkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukamara khususnya kepada dinas terkait yang menangani masalah pertanian agar tidak setengah-setengah dan main-main dalam mmebuat kebijakan disektor pertanian tersebut.
“Kecamatan Jelai juga memilki karakteristik wilayah yang sangat berbeda dengan daerah-daerah lain di Sukamara, untuk itu dalam kegiatan pembangunan dan pengembangan sektor pertanian perlu adanya keterpaduandan kesesuaian program antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik yang berkaitan dengan penerapan teknologi maupun penentuan jenis komoditas yang sesuai dan penggunaan bahan-bahan pengendali OPT yang ramah lingkungan,” tutur Supriyono.
Diakuinya ba keseriusan pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pusat dalam membangun disegala bidang kehidupan telah dapat dilihat dan dirasakan bersama, muali dari perbaikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi sosial dan budaya termasuk didalamnya penyediaan fasilitas pelayanan umum.
“Di Desa sudah ada program desa berdering, yaitu dengan telah didirikannya pemancar komunikasi, selanjutnya untuk program desa benderang pemerintah juga akan mengusakahan pendekatan melalui program PNPM Mandiri Pedesaan,” jelas Supriyono. mg

Senin, 15 Maret 2010

Penerimaan PBB di Sukamara Penuhi Target

SUKAMARA, PPOST
Kesadaran wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Sukamara cukup baik. Hal itu terlihat dari pelunasan PBB oleh para wajib pajak (WP) sehingga pencapaian penerimaan PBB di Kabupaten Sukamara melampaui target.
PBB sektor pedesaan mencapai 165 persen dari target Rp 81.554.000, sedangkan sektor perkotaan 134 persen dari target Rp 98.040.000.
“Secara keseluruhan PBB, PPH non migas dan PPN melampaui target. Tahun ini target penerimaan mengalami peningkatan kami harapkan kerjasama yang baik dari para wajib pajak untuk taat dalam pembayaran pajak,” jelas Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sukamara, Eko Widi Agung.
Selain itu Widi berharap kepada para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sukamara agar mengingatkan kepada jajarannya di instansi masing-masing untuk menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh). Sebab batas waktu penyampaian 31 Maret.
“Sekarang sudah ada yang menyampaikan tetapi masih sebagian. Kami berharap agar para PNS sebagai WP segera menyampaikan sebelum 31 Maret. Formulir SPT Tahunan PPh bisa diperoleh di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sukamara atau bisa didownload (unduh) di situs www.pajak.go.id,” jelas Eko Widi Agung.
Terkait mengenai pembayaran pajak, ia menyatakan saat ini masih dibayar ke Pangkalan Bun. Pihaknya hanya sebatas administrasi saja. Namun, dalam waktu dekat ada rencana pembayaran melalui bank persepsi, dan tinggal menunggu realisasi. Bank yang ditunjuk menjadi bank persepsi di Sukamara rencananya adalah Bank Pembangunan Kalteng (BPK).
“Mudah-mudahan April sudah bisa dibayar melalui Bank Pembangunan Kalteng sehingga masyarakat Sukamara tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke Pangkalan Bun ketika ingin membayar pajak. Jika sudah direalisasikan, maka bersifat permanen artinya bisa dilakukan pembayaran kapan saja di BPK,” tambahnya.
Memang pembayaran pajak di Sukamara saat ini masih terkendala tempat pembayaran. Jika waktu-waktu tertentu bisa dibayarkan melalui Kantor Pos, tetapi ada saatnya tidak bisa. Sehingga para wajib pajak harus membayar ke Pangkalan Bun sehingga memerlukan biaya ekstra untuk transportasi dan lainnya. Keberadaan bank persepsi pun cukup dinanti dan disambut baik oleh warga sebagai wajib pajak.mg

Kamis, 04 Maret 2010

Dua Ribu Lebih Usia Produktif Menganggur

SUKAMARA, PPOST
Angka penganguran di Kabupaten Sukamara hingga akhir 2009 didominasi oleh mereka yang tidak tamat Sekolah Dasar (SD), berdasar catatan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sukamara, jumlah pengangguran mencapai 2.537 orang. Dari jumlah itu, pengangguran perempuan tercatat sebanyak 1284 dan laki-laki sebanyak 1253.
Rinciannya, tidak tamat SD laki-laki sebanyak 322 dan perempuan 339 orang, tamat sekolah dasar laki-laki 404 dan perempuan 430 orang, tamat SLTP sederajat laki-laki 160 dan perempuan 339 orang, tamat SLTA sederajat laki-laki 248 dan perempuan 206 orang, tamat DI/DII laki-laki 41 dan perempuan 51 orang, tamat DIII laki-laki 57 dan perempuan 51 orang, tamat sarjana laki-laki 57 dan perempuan 50 orang, dan tamat S2/S3 hanya ada satu orang perempuan.
“Pengangguran masuk dalam angkatan kerja yaitu usia 15 tahun sampai 64 tahun yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkan. Misalnya ibu rumah tangga, siswa sekolah dan lainnya disebabkan suatu hal belum membutuhkan pekerjaan,” jelas Kabid Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Sukamara.
Dijelaskan, pengangguran juga bisa dibedakan atas pengangguran sukarela yakni pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karena ingin mencari pekerjaan yang lebih baik lagi. Dan pengangguran duka lara adalah mereka yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan, namun belum berhasil mendapatkan pekerjaan.
“Apabila pengangguran dibiarkan tentunya berdampak negative terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila tingkat pengangguran tinggi menyebabkan tingkat kemakmuran rakyat rendah dan bisa membahayakan stabilitas,” jelasnya.
Ditegaskan, upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi pengangguran ini diantaranya melalui kursus keterampilan ataupun pelatihan kerja, meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan, meningkatkan kegiatan pembangunan yang banyak menyerap tenaga kerja melalui penyediaan dana kredit bagi masyarakat, pengeluaran pemerintah ditujukan memperluas kesempatan kerja produktif sebanyak mungkin, serta melalui peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan formal maupun nonformal. mg

Senin, 01 Maret 2010

Jam Operasional Listrik Ditambah


SUKAMARA, PPOST
Warga Balai Riam yang mengharapkan penambahan jam operasional listrik telah terpenuhi. Sejak setengah bulan lalu, listrik sudah nyala selama 13 jam. Sebab mesin baru milik Pemkab Sukamara sudah dioperasikan. Selain penambahan jam operasional, jaringan baru yang dipasang di rumah warga pun dinyalakan.

Jam Operasional Listrik Ditambah


SUKAMARA, PPOST
Warga Balai Riam yang mengharapkan penambahan jam operasional listrik telah terpenuhi. Sejak setengah bulan lalu, listrik sudah nyala selama 13 jam. Sebab mesin baru milik Pemkab Sukamara sudah dioperasikan. Selain penambahan jam operasional, jaringan baru yang dipasang di rumah warga pun dinyalakan.

Kamis, 25 Februari 2010

Pemkab Genjot Peningkatan Bidang Pendidikan


SUKAMARA, PPOST
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukamara di bidang pendidikan mengalami penurunan. Karena itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sukamara Qamarudin menyatakan siap berjuang keras meningkatkan IPM.
Untuk itu, Kadisdikpora dengan dinas dan instansi terkait lainnya akan melakukan perubahan serta memperbaiki data-data yang lengkap.
Selain itu, Dikpora akan melakukan kegiatan-kegiatan guna meningkatkan kesadaran orang tua maupun anak serta peran tenaga pengajar dalam membangun bidang pendidikan kedepannya agar lebih baik lagi.
Dikatakannya, untuk mencari angka IPM pada bidang pendidikan tidak terlepas dari angka partisipasi murni yang diperoleh dengan membandingkan jumlah usia sekolah yang sekolah dengan jumlah penduduk yang usia sekolah secara keseluruhan.
“Untuk usia sekolah sendiri dari umur 7 - 12 tahun atau pada usia itu anak masih SD, sedangkan umur 13 tahun sudah termasuk angka partisipasi kasar walaupun anak itu masih duduk di sekolah dasar,” jelas Qamarudin.
Qamarudin juga mengatakan, Dikpora dalam kaitannya dengan IPM hanya memiliki data jumlah usia sekolah yang sekolah, sedangkan data jumlah usia sekolah secara keseluruhan hanya dimiliki BPS.
Untuk memperoleh data yang valid, Dikpora, Dinas Kependudukan maupun BPS harus melakukan koordinasi. Sementara Dikpora sudah melakukan hal itu untuk mendapatkan data yang akurat dengan melayangkan surat kepada BPS. Karena dengan data itu IPM di bidang pendidikan akan diketahui secara pasti.
“Karena apa, dengan semakin tingginya nilai pembanding maka semakin kecil nilai yang akan di hasilkan,” tukas Qamarudin.
Selain itu, Qamarudin juga mengatakan, data akurasi yang didapat sepertinya yang lebih menonjol SD dan SMP. Sedangkan yang rawan adalah SMA. Hal ini karena pada tingkat sekolah dasar anak didik belum terpengaruh dengan faktor lingkungan.
“Sedangkan pada tingkatan SMP dinilai sebagian besar juga belum terpengaruh dan pada tingkat SMA tingkat kerawanan cukup tinggi karena anak tidak mau sekolah dan lain sebagainya. Sedangkan dari SD hingga SMA angka partisipasi murni akan berbentuk mengerucut,” ujar Qamarudin. mg

Pusat Internet Hingga ke Kecamatan


SUKAMARA, PPOST
Tahun ini Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubkominfobudpar) Sukamara mengusulkan internet tembus ke ibukota kecamatan. Usulan itu disampaikan kepada Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT).
“Sudah diusulkan dan mendapat respon positif. Jika disetujui maka ibukota kabupaten hingga kecamatan akan dibangun pusat internet, sehingga masyarakat bisa mengakses internet,” jelas Kabid Kominfobudpar Sukamara, Jefris.
Menurutnya, jika direalisasikan yang perlu dipikirkan lebih lanjut adalah lokasi tower. Sebab akses internet itu disediakan untuk masyarakat, sehingga perlu lokasi cukup strategis dan tidak jauh dari pemukiman warga.
Dilain soal, pengembangan teknologi masuk ke pedesaan memang terlihat terus digenjot oleh pemerintah pusat. Namun dibeberapa desa alat komunikasi belum terpasang, bahkan sebagian tidak bisa difungsikan. Dari 29 desa se-Kabupaten Sukamara, yang terealisasi baru 17 desa.
“Program itu murni dari APBN. Daerah hanya memfasilitasi. Dari 29 desa, baru 17 direalisasikan oleh pihak rekanan,” terang Jefris.
Menurut Jefris, tidak terpasangnya jaringan telekomunikasi berupa telepon disebabkan sampai saat ini rekanan belum mengantar alat itu. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan rekanan, namun belum ada respon positif. Beberapa kepala desa sampai ada yang berinisiatif ingin mengambil sendiri alat itu.
“Kami sudah memfasilitasi inisiatif dari kepala desa itu, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” tegas Jefris.
Selain belum terealisasi, beberapa alat terpasang juga mengalami kerusakan dan tidak bisa dimanfaatkan oleh warga. Sesuai laporan yang mereka terima alat yang rusak seperti di Desa Nibung, Kenawan dan Semantun.
“Tiga desa sudah ada laporan kepada kami dan sudah ditindaklanjuti dengan disampaikan ke pihak terkait, karena masa pemeliharaan masih tanggungjawab rekanan, namun belum ada respon. Mereka meminta agar menyurati gubernur terlebih dahulu. Di Desa Nibung itu sudah on tetapi rusak,” tandas Jefris. mg