Jumat, 04 Februari 2011

Sarang Walet di Pemukiman Ancam Kesehatan Masyarakat

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Sudarmini, menyatakan keberadaan bangunan sarang burung walet yang berdiri di kawasan pemukiman dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Sejumlah penyakit berbahaya berpotensi ditimbulkan dari dalam bangunan sarang burung walet. Hal ini kondisi di dalam bangunan sarang burung walet yang memiliki kolam air sebagai tempat pemandian burung walet. Genangan air tersebut merupakan media yang baik bagi berkembangbiaknya nyamuk.
“Di dalam bangunan sarang burung walet juga gelap dan lembab. Yang sangat nyata adalah bekembangbiaknya jentik nyamuk berbahaya seperti nyamuk Aedes aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah, serta nyamuk Anopheles pembawa penyakit malaria, termasuk chikunguya atau leptospirosis” ujar Sudarmini, Selasa (1/2).
Menurutnya, selain berpotensi menyebarkan penyakit yang berasal dari nyamuk tersebut, sarang burung walet juga bisa mengakibatkan pencemaran suara dan udara untuk masyarakat sekitar.
“Pencemaran suara bagi masyarakat itu berasal dari suara tiruan yang diputar untuk memancing burung walet datang, dan pencemaran udara diakibatkan dari kotoran-kotorannya, baik yang ada di dalam bangunan atau di luar bangunan,” ucapnya.
Sudarmini mengungkapkan, karena tidak ada ketentuan tetap yang mengatur masalah bangunan sarang burung walet di pemukiman masyarakat, pihaknya akan melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap masalah-masalah tersebut.
“Dalam waktu dekat kami akan mengkaji berdirinya sarang burung walet di daerah pemukiman di beberapa tempat, sekaligus menanyakan masyarakat sekitar dan melihat apakah berpengaruh besar terhadap meningkatnya penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, hasil evaluasi terhadap berdirinya sarang burung walet di daerah pemukiman masyarakat tersebut akan menjadi salah satu rekomendasi untuk pembuatan peraturan daerah tentang masalah tersebut. Pihaknya mengimbau kepada pengusaha sarang burung walet, agar memperhatikan lingkungan sekitar terutama dari segi kesehatan masyarakat banyak, dan juga memperhatikan kebersihan di dalam bangunan.
“Kami menyarankan saat ini yang dapat dilakukan oleh para pengusaha agar sering membersihkan kotoran burung walet baik yang di dalam atau di luar bangunan, kemudian sering mengganti air kolam yang ada, serta memasang peredam suara agar suara tiruan untuk memanggil burung tersebut tidak terlalu berisik didengar warga,” tandasnya.rho

0 komentar:

Poskan Komentar